Sepucuk Surat Untuk Jundi


 Sepucuk Surat Untuk Jundi

Novi Kristiawati


Waktu bergulir seolah baru sehari lalu

Kugenggam tangan mungilmu

Ku hirup aroma wangimu

Ku belai pipi merahmu

dan tatapan lembutmu

gelak tangis tawamu

engkau separuh nyawaku..

hadirmu menyempurnakanku

Dan kini sepuluh tahun berlalu

Tanganmu tak semungil dulu

Pipimu tak lagi merah jambu

Kau tahu ketidak sempurnaanku

Kau saksi lemah letihku

Kau tetap memandangku dengan tatapanmu itu..

Maafkanlah diri ini

Yang tak sempurna dan banyak cela lagi

Yang masih tertatih dan berlatih tuk mengerti

Yang sering menuntutmu tuk lebih dan lebih lagi

Ketahuilah sayang 

Dunia ini berat lagi kasar

Pahamilah sayang

Dunia ini keras dan semakin bar – bar

Maafkan aku

Yang melatihmu agar setegar batu

Ketika kawanmu seusia sebayamu

Masih tenggelam dalam permainan dan tak tahu menahu

Tentang dunia yang semakin tua dan layu

Tak seperti kamu disisiku

Yang telah ditempa segala pilu

Maafkan aku

Yang terlalu besar berharap padamu

Agar tumbuh bak karang ditengah ombak menderu

Karena kau pria kecil yang kan tumbuh menggantikan orang tuamu

Dan di pundakmu ada adik adikmu

Dan dipundakmu ada umat Muhammad saw junjunganmu

Tapi harapan itu kukembalikan

Kepada Dia Maha Pencipta Maha Penyantun

Agar tiada kekecewaan

Dan Dia lebih Mengetahui segala kelemahan

Dan Dia yang memiliki segala kekuatan

Wahai anak pertamaku

Bersabarlah terhadapku

Dan berjiwa besarlah memaafkanku

Ketidak sempurnaanku jangan sampai merenggutmu

Dari terjalnya jalan berbatu

Yang nanti kan membawamu

Memenangkan mahligai surga diujung jalan sendu

Hingga tiba saatnya semua duka berbuah suka

Tiada lagi lara hanya nikmat yang ada

Karena surga jawaban untuk mereka yang menolak terpedaya

Pada pendar cahya dunia

Wahai anak pertamaku ingatlah

Pesan ini ke dalam hati hunjamlah

Semoga kelak berkumpul kita di jannah

Tanpa harus merasakan duka lara setelah ini menyentuh tanah

Bantul, 7 April 2023

Komentar

Postingan Populer